Terjemahan Surat An-Nisa' ayat :
145
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ
innal-munāfiqīna fid-darkil-asfali minan-nār, wa lan tajida lahum naṣīrā
Artinya : "Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka."
146
اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَۗ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا
illallażīna tābụ wa aṣlaḥụ wa’taṣamụ billāhi wa akhlaṣụ dīnahum lillāhi fa ulā`ika ma’al-mu`minīn, wa saufa yu`tillāhul-mu`minīna ajran ‘aẓīmā
Artinya : "Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman."
Terjemahan perkata :
ayat 145
مِنَ النَّارِۚ :dari neraka
الْأَسْفَ :yang paling bawah
فِى الدَّرْكِ :(ditempatkan) pada tingkatan
إِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ :sungguh, orang-orang munafik itu
نَصِيْرًاۙ :seorang penolong pun
لَهُمْ :bagi mereka
وَلَنْ تَجِدَ :dan kamu tidak akan mendapati
Ayat 146.
وَاعْتَصَمُوْا :dan berpegang teguh
وَأَصْلَحُوْا :dan memperbaiki diri
تَابُوْا :bertobat
إِلَّا الَّذِيْنَ :kecuali orang-orang yang
لِلّٰهِ :karena Allah
دِيْنَهُمْ :(menjalankan) agama mereka dan
وَأَخْلَصُوْا : (dengan) tulus ikhlas
بِاللّٰهِ :pada (agama) Allah
وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّٰهُ :dan kelak Allah akan memberikan
مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَۗ :bersama-sama orang-orang yang beriman
فَأُولٰئِكَ :maka mereka itu
عَظِيْمًا :yang besar
أَجْرًا :pahala
الْمُؤْمِنِيْنَ :kepada orang-orang yang beriman
Tafsir Kemenag Surat An-Nisa Ayat 145-146
[145] Orang-orang munafik diperingatkan, bahwa mereka akan disiksa di neraka pada tingkatan yang paling bawah, karena perbuatan mereka dipandang perbuatan yang paling jahat, di dalam diri mereka bersemi kekafiran dan kemunafikan.
Mereka menipu Rasulullah dan orang-orang mukmin.
Maka siksaan yang paling pantas bagi mereka ialah neraka yang paling bawah tingkatannya.
Mereka tidak akan mendapatkan penolong yang dapat menyelamatkan ataupun meringankan siksaan yang akan mereka terima.
[146] Orang-orang munafik masih diberi kesempatan untuk bertobat selama ajal mereka belum tiba, asal mereka betul-betul menyesali perbuatan mereka atas dasar kesadaran yang keluar dari hati nurani mereka, dan memperbaiki perbuatan mereka dengan melakukan amal saleh dan berpegang teguh pada tuntunan Ilahi.
Dengan kata lain, ancaman Tuhan yang sangat keras itu tidak akan menimpa mereka, apabila mereka bertobat dan menyesali perbuatannya, kemudian melakukan perbuatan-perbuatan sebagai berikut:
1.) Mereka betul-betul berusaha untuk melakukan amal saleh yang dapat menghilangkan noda kemunafikannya dengan selalu bersifat jujur, baik dalam berkata maupun dalam berbuat, dapat dipercaya, memenuhi janji, ikhlas terhadap Allah dan Rasul-Nya, dan tetap melakukan salat dengan khusyuk serta tekun, baik di hadapan orang maupun pada waktu sendiri-sendiri.
2.) Berpegang teguh kepada ajaran Allah, yaitu meniatkan tobat dan amal saleh kepada keridaan Allah serta berpegang teguh pada Alquran, berakhlak mulia serta berperangai baik sesuai dengan ajaran Alquran, menjalani semua perintah dan menjauhi segala larangan Allah.
3.) Mengikhlaskan diri kepada Allah yaitu memohon pertolongan hanya kepada-Nya, baik pada waktu senang atau dalam keadaan susah.
Apabila mereka melakukan ketentuan-ketentuan tersebut, maka Allah berjanji akan memasukkan mereka ke dalam barisan orang-orang mukmin di hari kiamat, karena mereka telah beriman, dan beramal seperti orang-orang mukmin, bahkan mereka itu akan diberi pahala seperti pahala yang diterima oleh orang-orang mukmin